fbpx

Apa itu Toefl dan bedanya dengan IELTS

apa itu toefl

Saya, anda, dan kebanyakan orang mungkin sudah sering mendengar istilah TOEFL. TOEFL adalah singkatan dari Test of English as a Foreign Language. Tes TOEFL digunakan untuk melihat kemampuan seseor
ang berbahasa inggris yang diukur dalam empat kemampuan (skill) sekaligus yaitu kemampuan mendengarkan (listening), kemampuan membaca (reading), kemampuan menulis (writing) dan kemampuan berbicara (speaking) dalam konteks akademik.

TOEFL ( Test of English as a Foreign Language )

Tes TOEFL merupakan bentuk tes kemampuan bahasa Inggris yang paling populer di dunia saat ini, dilakukan di 165 negara dengan pusat tes (test center) mencapai 45.000. Sejauh ini, menurut ETS (English Testing Service), sudah lebih 25 juta mahasiswa yang menjalani tes TOEFL di seluruh dunia.

Untuk Siapa Tes TOEFL?

Awalnya, tes TOEFL diwajibkan kepada calon mahasiswa yang akan belajar (kuliah) di universitas-universitas Amerika. Tes TOEFL diwajibkan bagi calon mahasiswa yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, termasuk calon mahasiswa yang berasal dari Indonesia.

TOEFL juga banyak dipakai oleh perusahaan multinasional untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris pelamar atau karyawan mereka. Tidak hanya itu, beberapa organisasi profesi di luar negeri mempersyaratkan tes TOEFL sebagai salah satu syarat keanggotaan badan profesi mereka.

TOEFL di Indonesia

Seiring perkembangan waktu, Tes TOEFL tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang akan belajar di luar negeri tetapi juga bagi calon mahasiswa S2 (Master) dan S3 (Doktor) yang akan kuliah di dalam negeri.

Saat ini, semua universitas negeri di Indonesia mewajibkan calon mahasiswa S2 dan S3 mengikuti tes TOEFL sebagai syarat penerimaan atau setidaknya bisa menujukkan sertifikat TOEFL sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris mereka.

Sebagai acuan umum, untuk masuk ke pendidikan pasca sarjana (S2) di universitas Indonesia, calon mahasiswa diharuskan memiliki nilai TOEFL PBT minimal 500. Sedangkan untuk calon mahasiswa S3 diharuskan telah memiliki nilai TOEFL PBT minimal 550.

Pada tingkat S1 (sarjana) di Indonesia, perguruan tinggi swasta bereputasi baik ataupun universitas berlabel internasional juga mengharuskan calon mahasiswa memiliki kemampuan bahasa inggris yang memadai dengan kepemilikan sertifikat TOEFL sebagai salah satu syarat penerimaan calon mahasiswa. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa Inggris yang diukur dengan ujian TOEFL semakin penting dan diperhitungkan di dalam negeri.

Tidak hanya di dunia pendidikan, saat ini banyak instansi pemerintah dan perusahaan yang mewajibkan calon pelamarnya untuk memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang ukur dalam 4 skill yang saya sebutkan sebelumnya. Demikian juga dengan karyawan atau CPNS, mereka yang akan memangku jabatan atau posisi tertentu dalam sebuah organisasi, banyak yang diwajibkan oleh institusinya untuk memiliki nilai TOEFL tertentu.

Hal ini saya tahu karena Saya beberapa kali mengajar TOEFL bagi pegawai negeri sipil dari institusi pemerintahan dan karyawan dari beberapa bank antara lain bank BNI dan bank Muamalat.

TOEFL di Luar Amerika

Walaupun TOEFL didirikan dan dijalankan oleh sebuah lembaga nirlaba, ETS (Educational Testing Service) yang berlokasi di Amerika, itu tidak berarti bahwa sertifikat TOEFL yang anda peroleh tidak akan berlaku (tidak diakui) di negara lain.

Sertifikat TOEFL berlaku di hampir semua negara dimana bahasa Inggris dipakai sebagai bahasa pengantar belajar mengajar di universitas. Lebih dari 9.000 perguruan tinggi dan agensi di seluruh dunia yang menerima nilai TOEFL sebagai indikator penilaian kemampuan bahasa Inggris pelamar.

Perlu anda ketahui bawah tes TOEFL diwajibkan bagi anda yang berencana mengambil pendidikan tingkat S1, S2 atau S3 di luar negeri. Tes TOEFL tidak dipersyaratkan bagi anda yang ingin sekolah pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Banyak yang mengidentikkan TOEFL dengan Amerika. Ya, karena memang TOEFL didirikan pertama kalinya di sana pada tahun 1964 didanai oleh Ford Foundation dan Danforth Foundation. Jadi jangan heran, kalau aksen (logat) pada bagian keahlian mendengarkan (listening skill kental dengan logat Amerika.

Demikian pula dengan kosa kata (vocabulary) di bagian Reading Skill yang sudah pasti menggunakan kosa kata American English, contohnya, kata Color dan elevator (Amerika) versus Colour dan lift (Inggris), see…?

Berapa Lama Sertifikat TOEFL Anda Berlaku?

Nilai atau sertifikat TOEFL anda dianggap valid (berlaku) maksimal 2 (dua) tahun semenjak sertifikat tersebut dikeluarkan (issued). Sponsor beasiswa seperti beasiswa ADS Pemerintah Australia juga mempersyaratkan sertifikat TOEFL pelamar beasiswa maksimal dua tahun setelah dikeluarkan.

Beda TOEFL dan IELTS

Pertanyaan ini tidak hanya sering ditanyakan oleh siswa yang baru mengenal TOEFL (Test of English as a Foreign Language) tapi juga oleh mereka yang sudah cukup lama mengenal TOEFL. Maklum, TOEFL jauh lebih populer di telinga orang Indonesia dibanding IELTS.

Singkatnya, TOEFL dan IELTS (The International English Language Testing System) adalah dua bentuk tes yang lazim digunakan untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris seseorang secara lengkap. Kedua tes ini, memiliki empat bagian tes kemampuan bahasa Inggris yaitu ListeningReadingWriting dan Speaking.

Belajar IELTS
Belajar IELTS

Dari sisi negara yang mendirikan kedua jenis tes bahasa Inggris ini, TOEFL didirikan di Amerika pada tahun 1964 sedangkan IELTS didirikan di Inggris pada tahun 1989.

Ternyata negara tempat didirikannya ke dua tes tersebut ikut mempengaruhi aksen (dialek) dan kosa kata yang digunakan. Umumnya, TOEFL menggunakan aksen Amerika Utara dalam bagian listening, sedangkan IELTS menggunakan aksen English British.

Demikian pula dengan penggunaan kosa kata yang dipakai dalam bagian kemampuan membaca (reading skill) sangat bergantung pada kosa kata baku yang dipakai di tiap negara.

Mutu Hasil Penilaian Tes Kemampuan Berbicara (Speaking)

Selain perbedaan asal negara, Menurut Inside Higher Education perbedaan yang paling jelas antara TOEFL dan IELTS adalah pada tes kemampuan berbicara (Speaking). Dalam tes TOEFL IBT (internet based-test), peserta akan berbicara pada komputer sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan yang muncul di layar komputer.

Jawaban anda tersebut akan terekam ke komputer dan akan diperiksa oleh 3 sampai 6 pemeriksa (rater) dari ETS, lembaga nir-laba yang dipercaya membuat dan memeriksa hasil tes TOEFL.

Sedangkan dalam tes IELTS, pada tes kemampuan berbicara (speaking), peserta akan berbicara langsung di depan satu orang penguji (examiner) yang telah ditunjuk.

TOEFL mengklaim bahwa mutu pemeriksaan hasil tes TOEFL lebih tinggi dibanding dengan mutu hasil pemeriksaan tes ILETS, khusus di dalam tes kemampuan berbicara sebab diperiksa oleh tiga sampai enam orang pemeriksa.

Lebih Gugup Saat Tes IELTS atau Tes TOEFL?

Dalam TOEFL, saat tes Kemampuan berbicara bahasa Inggris (Speaking), anda berhadapan dengan komputer dan mulai berbicara sesuai dengan pertanyaan atau pernyataan yang muncul di layar komputer. Suara anda akan terekam ke dalam komputer, dan selanjutnya diperiksa setelah selesai tes.

Jadi, bagi kamu yang mudah gugup, mungkin tes kemampuan berbicara bahasa Inggris dalam TOEFL iBT lebih “menguntungkan anda”.

Ya namanya manusia, berhadapan dengan orang baru dan beda bangsa, kadang gugup tidak bisa dihindari. Apa lagi harus berbicara menggunakan bahasa Inggris.

Kalau sudah gugup, ide atau penjelasan yang mau disampaikan sering tidak fokus. Nah kalau anda yang senang bertemu dengan orang baru dan relatif percaya diri, mungkin tes kemampuan berbicara dalam tes IELTS lebih “menguntungkan anda”, sebab berhadapan dengan orang baru, akan membuat anda lebih termotivasi untuk menyampaikan ide-ide anda. Dibanding berbicara di depan benda mati, bernama “komputer”.

Pilihan Ganda TOEFL Versus Isian IELTS

Dalam tes TOEFL bagian reading dan listening, jawaban soal disediakan dalam format pilihan ganda. Jadi anda tetap bisa menjawab dengan cara menebak jawaban yang tersedia walaupun anda sama sekali tidak memiliki ide.

Dengan kata lain, anda tetap memiliki jawaban yang kemungkinannya benar 25% (4 pilihan jawaban setiap soal) walaupun 100% mengandalkan tebakan dalam menjawab soal reading dan listening dalam TOEFL.

Berbeda dengan tes TOEFL, pada bagian reading dan listening tes IELTS, format jawaban untuk setiap kelompok soal berbeda-berbeda. Kadang anda temukan pilihan ganda, kadang daftar isian yang anda harus isi dengan satu atau beberapa kata sesuai yang anda dengarkan atau yang terdapat dalam bacaan.

Sekilas dari perbedaan ini, anda mungkin menyimpulkan bahwa tes TOEFL lebih mudah dibanding dengan tes IELTS. Pengalaman saya belajar IELTS selama 9 bulan di IALF (Indonesian Australian Language Foundation), denpasar, dibimbing oleh 3 guru native speaker secara estafet, saya merasa tes ILETS lebih mudah dibanding dengan tes TOEFL.

Format Ujian TOEFL dan IELTS

Sampai saat ini, tes IELTS selalu menggunakan kertas (paper based), saya telah dua kali mengikuti tes IELTS di IALF Denpasar, tapi belum pernah menjalani atau mendengar tes IELTS yang diselenggarakan melalui internet.

Jadi anda harus secara fisik hadir di tempat tes dimana tes IELTS tersebut diadakan dan biasanya tes IELTS diadakan setelah terkumpul beberapa orang. Berbeda dengan tes TOEFL, selain tes diadakan dengan menggunakan kertas (paper based), TOEFL juga menyediakan tes berbasis Internet (iBT).

Jadi tes TOEFL, lebih fleksibel dalam hal waktu dan tempat. Saat ini anda bisa temukan pusat-pusat tes TOEFL iBT di kota-kota besar Indonesia, seperti Jakarta, Badung, Surabaya, Medan, Semarang, Manado, atau Makassar. Tes TOEFL iBT, umumnya diadakan 4 kali sebulan di setiap kota yang saya sebutkan di atas. Biayanya sekitar US $175 per kali tes.

Related Articles

Responses

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to a friend